Sore itu pembicaraan dengan seorang Bapak berumur sekitar lima puluh tahunan terasa berbeda, dengan getar yang berbeda. Tentu obrolan ku sore itu bukan untuk yang pertama kali, tapi mungkin yang pertama kali nya berbeda dari obrolan-obrolan sebelumnya.
Bagaimana mungkin saat kita sedang berbicara soal yang kita sebut "project" sampai pada akhirnya pembicaraan mengalir sampai tentang "cinta". Ah, beliau memang suka begitu. Kepiawaiannya dalam membuat puisi ataupun kata-kata puitis yang sangat kental dengan aroma sastra mencerminkan bahwa beliau adalah sosok yang romantis dengan "style" yang beliau miliki. Sampai terkadang aku terlalu "excited" saat beliau begitu mempesona dengan kata-kata yang terucap dari bibir beliau. Padahal umur beliau cukup tua, tapi itulah bedanya beliau dengan yang lain.
Saat di sela-sela pembicaraan kita terselip kata-kata "cinta" di dalamnya, saat itu juga beliau menceritakan sedikit perjalanan luar biasa beliau dengan wanita yang sangat tulus mencintainya katanya, wanita itu tentu saja istri beliau. Padahal sama sekali aku tak mengajak beliau untuk berbicara tentang hal itu, tapi mungkin itu semua adalah sebuah spontanitas cinta yang ada di dalam hati, atau mungkin segala cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh sang istri dengan tulus membuat bekas kebahagiaan sehingga beliau begitu berbinar-binar menceritakannya.
" Dulu saya itu brandal, tapi berkat cinta dan kasih sayang dari istri saya, dia mampu menunjukkan saya jalan yang benar"
Hati terasa tersentak, mata pun seketika berkaca-kaca melihat seorang Bapak yang cukup berusia begitu lembut berbicara tentang cinta, seakan kesan "brandal" tidak ada seperti apa yang terjadi di masa lalunya. Aku berpikir seketika, inikah cara Tuhan untuk membuat hambaNya berubah kepada jalan yang benar dengan menitipkan cinta dan kasih sayangNya kepada seseorang yang dekat dan juga tulus untuk tetap setia mendampinginya sampai pada akhirnya dia bisa menemukan secercah cahaya yang lebih indah untuk kebaikan hidupnya.
" Kita memang sama-sama tidak sempurna, tapi karena kita bersama kita bisa saling menyempurnakan kehidupan kita"
Sungguh, bagaimana mungkin aku biasa saja merespon perkataan beliau. Aku tidak habis pikir, Maha Dahsyat cintaNya kepada dua insan manusia yang saling mengikat diri dalam satu tali pernikahan. Cinta serasa begitu indah sampai di perkataan yang beliau ucapkan. Serasa aku pun turut bahagia dan merasakan roman cinta dari cerita beliau.
" Kita tahun besok memasuki 30 tahun usia pernikahan. Apa kita bosan? Tidak."
Tiga puluh tahun tentu bukan waktu yang singkat dengan segala permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, tapi aku tidak akan memikirkan itu. Karena yang aku tau, semuanya mungkin bisa mereka atasi dengan kekuatan cinta mereka yang tulus menyayangi kekurangan masing-masing sehingga mereka bisa saling melengkapi dan menjalani kehidupan ini dengan cinta yang mereka miliki.
Dari pembicaraanku dengan beliau, aku berpikir bahwa memang saat kita sudah disatukan Tuhan lewat satu tali pernikahan semuanya terasa indah. Indah dengan segala kekurangan dari kita masing-masing, indah dengan segala permasalahan yang ada di dalamnya, dan indah menjalani kehidupan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita. Sungguh, aku sangat ingin hidup bersama cinta yang tulus. Dan kurasa semua orang pun begitu. Tidak ada yang dapat menjelaskan persis apa itu arti "cinta" yang sebenarnya, karena semua orang memiliki cerita tentang "cinta" berbeda-beda dalam kehidupannya. Tapi aku selalu percaya, bahwa "The Power of Love" itu benar adanya.
Sore yang dingin, hangat karena berselimut cinta.
Tangerang, 13 Desember 2013
Thursday, December 12, 2013
Sunday, October 13, 2013
14 Oktobermu...(Yayu Rahayu)
Hari ini 14 oktober.. Seketika teringat akan satu wajah gadis asli Bandung yang manis, putih, dan selalu penuh dengan keceriaan. Seseorang yang selalu dekat denganku, selalu ada disaat aku membutuhkan bantuannya. Seseorang yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Mungkin itu yang membuat kita dekat karena aku sering datang ke rumahnya begitupun sebaiknya. Atau mungkin karena kita teman satu tongkrongan, teman satu ekskul di sekolah atau mungkin memang kita ditakdirkan untuk saling menjaga dalam suatu persahabatan.
Sosok yang selalu penyabar, baik, yang begitu sayang dengan keluarganya dan selalu ada waktu untuk teman-teman ataupun sahabat yang membutuhkannya. Sosok yang selalu khawatir dan takut kalau sang ibunda sudah marah kepadanya dengan mengatakan "Ke.. Gue takut banget mamah gue udah marah nih di sms karena kita pulang malem". Sungguh, terkadang perkataannya yang itu membuat ku tersenyum terharu. Padahal itu semua terjadi karena kita ada project di ekskul kita, Teater atau memang kita terlalu asyik bersama diluar rumah sampai lupa waktu untuk pulang.
Itulah Yayu Rahayu..
Orang yang dikirimkan oleh ALLAH SWT untuk menjadi sahabatku, menjadi orang yang selalu ada disaat aku bilang "Yu.. Gue mau cerita" dan dia selalu bilang "Yaudah Ke cerita.. sini ke rumah" dan akhirnya kamarnya menjadi saksi bisu dimana terkadang semua cerita saling diluapkan bersama. Tak jarang juga angkot selalu menjadi tempat mengasyikkan dengan nya saat kita pulang sekolah, banyak cerita dan canda tawa yang tercipta, sampai terkadang lupa untuk memberhentikan angkot dan turun di tujuan kita masing-masing. Ah entahlah harus dengan cara apa lagi mendeskripsikannya, terlalu banyak cerita antara kita untuk dijabarkan.
Well, selamat hari kelahiran sahabat ku Yayu Rahayu. Semoga Allah selalu melindungimu, semoga hati dan jiwamu selalu dekat dengan RahmatNya, disisa umurmu penuh dengan keberkahan. Semoga jiwa mu selalu dikuatkan untuk menghadapi segala yang harus kamu hadapi. Sukses untuk urusan dunia dan akhiratmu, selalu dekat dengan Rabb-mu dan segala doamu dapat terkabul. Aamiin
Tetap menjadi sosok "Teteh" yang sayang sama Mamah, Ayah, Ocha, Deci sama Vensa adik-adik manismu. :-*
Sosok yang selalu penyabar, baik, yang begitu sayang dengan keluarganya dan selalu ada waktu untuk teman-teman ataupun sahabat yang membutuhkannya. Sosok yang selalu khawatir dan takut kalau sang ibunda sudah marah kepadanya dengan mengatakan "Ke.. Gue takut banget mamah gue udah marah nih di sms karena kita pulang malem". Sungguh, terkadang perkataannya yang itu membuat ku tersenyum terharu. Padahal itu semua terjadi karena kita ada project di ekskul kita, Teater atau memang kita terlalu asyik bersama diluar rumah sampai lupa waktu untuk pulang.
Itulah Yayu Rahayu..
Orang yang dikirimkan oleh ALLAH SWT untuk menjadi sahabatku, menjadi orang yang selalu ada disaat aku bilang "Yu.. Gue mau cerita" dan dia selalu bilang "Yaudah Ke cerita.. sini ke rumah" dan akhirnya kamarnya menjadi saksi bisu dimana terkadang semua cerita saling diluapkan bersama. Tak jarang juga angkot selalu menjadi tempat mengasyikkan dengan nya saat kita pulang sekolah, banyak cerita dan canda tawa yang tercipta, sampai terkadang lupa untuk memberhentikan angkot dan turun di tujuan kita masing-masing. Ah entahlah harus dengan cara apa lagi mendeskripsikannya, terlalu banyak cerita antara kita untuk dijabarkan.
Well, selamat hari kelahiran sahabat ku Yayu Rahayu. Semoga Allah selalu melindungimu, semoga hati dan jiwamu selalu dekat dengan RahmatNya, disisa umurmu penuh dengan keberkahan. Semoga jiwa mu selalu dikuatkan untuk menghadapi segala yang harus kamu hadapi. Sukses untuk urusan dunia dan akhiratmu, selalu dekat dengan Rabb-mu dan segala doamu dapat terkabul. Aamiin
Tetap menjadi sosok "Teteh" yang sayang sama Mamah, Ayah, Ocha, Deci sama Vensa adik-adik manismu. :-*
Monday, September 23, 2013
Seribu tahun? (A Thousand Years)
Perlahan nada-nada indah mulai melatunkan lirik-liriknya.
Membuat kepala seketika bereaksi.
Hati mulai merasa lirih.
Mendengarkan lirik yang pernah membuat luluh diri.
Mulut diam membisu.
Menikmati lagu dan memikirkan dirimu.
Seperti sedang bernyanyi di hadapanmu.
Tapi diri ini tak merasa kaku.
Entahlah.
Aku gila. Gila.
Karenamu. Iya, karenamu.
Ini bukan puisi, ini hasil kegilaanku padamu.
Hasil terlalu memikirkanmu.
Terlalu merindukanmu.
Terlalu mencintaimu, hingga rasanya aku kuat untuk seribu tahun lagi lamanya.
Di sudut pendopo
23 September 2013
Membuat kepala seketika bereaksi.
Hati mulai merasa lirih.
Mendengarkan lirik yang pernah membuat luluh diri.
Mulut diam membisu.
Menikmati lagu dan memikirkan dirimu.
Seperti sedang bernyanyi di hadapanmu.
Tapi diri ini tak merasa kaku.
Entahlah.
Aku gila. Gila.
Karenamu. Iya, karenamu.
Ini bukan puisi, ini hasil kegilaanku padamu.
Hasil terlalu memikirkanmu.
Terlalu merindukanmu.
Terlalu mencintaimu, hingga rasanya aku kuat untuk seribu tahun lagi lamanya.
Di sudut pendopo
23 September 2013
Monday, August 26, 2013
Setetes Rindu Ini Untuk Siapa?
Dari pojokan kamar simbah di kampung..
Aku mulai menumpahkan semua rasa yang selama ini aku
pelihara di dalam hati lewat selembar kertas putih dalam komputerku. Rasa itu
selalu mengikutiku, dimanapun dan kapanpun aku berada. Itu sudah sangat
mengganggu ku. Tapi itu menyenangkan, dan selalu membuatku ingin melihat foto
seseorang di dalam henpon bututku.
Seseorang yang selalu membuatku berteman baik dengan sesuatu yang bernama
“rindu”. Dia pintar sekali membuatku harus lemah tak berdaya dengan segala
rindu ini untuknya, dan bertemunyalah yang mungkin dapat membuatku kuat kembali
untuk berdiri menjalani hari. Semangat pagi yang dulu tak pernah lupa dia
kirimkan lewat pesan sederhana kepadaku, sekarang sudah tak tercium lagi baunya.
Entahlah, semuanya buram sekarang. Bukan salahku atau salahnya, entah salah
siapa. Salah waktu pun ku rasa tidak, semuanya pasti sudah diatur oleh Yang
Maha Kuasa. Lalu ini salah siapa? Tidak. Ini bukan suatu kesalahan yang harus
dicari apa atau siapa penyebabnya. Ini adalah sebuah ujian untuk kita. Ujian
bagaimana kita menjaga perasaan di hati, ujian untuk membuktikan kekuatan
kesetiaan kita masing-masing sudah sejauh mana, ujian untuk saling pandai
menjaga rasa rindu dan juga tentunya menguji diri untuk menjaga kesucian rasa
kasih sayang ini. Tak ada satu orang pun yang mengetahui dan mengerti persis
seperti apa dan bagaimana yang terjadi saat ini dengan kita berdua. Bahkan jika
kita disuruh untuk menjelaskannya pun tak akan mampu kita menjelaskannya dengan
kumpulan kalimat-kalimat. Ini masalah hati, masalah hati yang sangat berbeda
dengan apa yang mereka rasakan. Kita
memang lebih pandai merasa dan menyimpan rasa ini daripada harus menjelaskannya
dengan kata-kata yang mungkin sebenarnya tidak mampu untuk menjelaskan
semuanya.
Awalnya aku hanya ingin menuliskan kata rindu ku,
tapi seolah semuanya ingin ku tuangkan setelah kata rindu itu. Memang banyak
makna yang tersimpan dibalik kata rindu. Semuanya akan tumpah bersama
kenangan-kenangan yang selalu setia bertempat tinggal di dalam pikiran.
Kamu adalah suatu zat yang selalu bereaksi di dalam
hati dan pikiran, lalu akan menghasilkan tetesan-tetesan rindu yang tentunya
akan ada suatu zat yang terkandung bernama KAMU…
Yang selalu berteman dengan Rindu
Luke Andaresta
13 Agustus 2013
Sunday, July 21, 2013
Sepiring Pancake Kita..
Pancake yang manis dengan balutan saus strawberry dan
blueberry, sama manisnya dengan cara kita menikmatinya siang itu. Sepiring
berdua? Ya, karna kepolosan ku menjawab “ satu aja deh..” saat kamu Tanya “mau
berapa pancake nya? satu atau dua?”. Aku kira, satu itu adalah satu pancake
bagian ku, ternyata yang kamu maksud adalah satu piring. Okay, itu adalah cara
Tuhan untuk membuat kita sedikit terlihat romantis menyantap sepiring berdua
pancake itu.
Ibarat pancake di piring itu adalah sebuah kehidupan, aku
bahagia sekali bisa menikmatinya bersamamu, iya hanya bersama kamu. Menikmati
warna-warni kehidupan sama seperti halnya dua saus yang ada di atas pancake
itu, yaitu strawberry dan blueberry. Semuanya kita nikmati bersama, dengan penuh
suka cita. Ah alangkah indahnya jika itu memang sudah Tuhan tuliskan dan akan
terjadi pada saatnya.
Ini bukan berlebihan, tapi saat itu adalah momen dimana aku
sangat merasa dekat denganmu. Sangat merasa nyaman berada disampingmu. Bercanda
dan bercerita sambil menikmati pancake kita. Manis, iya sangat manis sekali
untuk dilupakan. Aku tidak akan lupa, terlebih setelah aku menuliskannya di
diary elektronikku ini, pastinya akan ada yang selalu mengingatkanku.
Malam ini, aku rindu dengan semua itu. Rindu dengan semua
tentang kita berdua. Rindu dengan semua
yang bisa membuatku bahagia. Berada disampingmu adalah bagian terindah dalam
diary hidupku. Sekalipun kau bukan siapa-siapaku. Tapi kita tidak pernah
mengenal itu bukan? Kita selalu menikmati seiring bertambahnya waktu kita. Dan
saat kamu membaca ini semua sampai akhir tulisanku, percayalah bahwa saat ini
aku sangat merindukanmu…
Tangerang, 21 Juli 2013
Luke Andaresta
Saturday, July 20, 2013
Hanya Lewat Doa..
Tuhan Maha Baik telah menganugerahkan ku sebuah perasaan
yang tulus kepada seseorang. Aku selalu bersyukur akan hal itu. Tapi, semua
kini harus berbeda..
Aku lebih memilih untuk diam dengan perasaan ini yang selalu
menghangatkan hatiku, karena dirimu adalah cahaya yang selalu menderang di hati
ini. Aku akan merindukan semua percakapan absurd kita, semua kenangan yang
selalu membuat ku ingin mengulanginya lagi, merindukan semua waktu yang ada aku
dan kamu di dalamnya, yang kita nikmati bersama. Aku pasti akan merindukannya..
Kini, aku hanya menitipkan salam rinduku untukmu melalui
sebait doa yang tulus dari hati ini, yang selalu aku panjatkan saat aku
bersimpuh dihadapan Sang Pemilik Cinta, doa yang tak pernah tertinggal namamu
di dalamnya, agar kamu selalu berada di dalam perlindunganNya, selalu
senantiasa menjaga hatimu untuk orang yang ingin kamu kasihi, dan selalu
mengingatku walaupun mungkin kamu saat ini sedang berusaha melupakanku.
Aku memang sedikit menjauh darimu, dengan perasaan yang
selalu ada untukmu. Aku akan selalu menjaga perasaan ini, sampai akhirnya waktu
memberikan jawaban atas semua ini, tentunya atas izin-Nya. Percayalah, aku
merindukanmu. Sangat merindukanmu, walau ku kirim semua rindu itu hanya lewat
doa..
Tangerang, 15 Juli 2013
Wednesday, May 15, 2013
Akhirnya ku ulurkan Jilbab ini :')
Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrohmanirrohim…
Itu adalah kalimat yang aku ucapkan dan aku tekadkan dalam
hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bukankah setiap manusia akan
mengalami perubahan? Entah menjadi lebih baik atau sebaliknya, itu kita sendiri
yang memilih.
Seminggu sudah berlalu, saat aku akhirnya memutuskan untuk
mengulurkan jilbabku hingga menjuntai ke dada. Mengganti kebiasaan menggunakan
jeans dengan rok panjang, mengganti baju dengan yang lebih panjang dan longgar
dan juga membiasakan diri menggunakan kaus kaki setelah aku tau bahwa kaki juga
salah satu termasuk aurat wanita yang harus ditutup dan dilindungi. Ya semua
itu sudah menjadi kebiasaan pada akhirnya. Sebenarnya malu dan agak menyesal.
mengapa semua itu baru aku sadari dan aku jalankan pada saat sudah 4 tahun
lamanya aku memasuki usia balighku. Iya, 4 tahun sudah aku berada dijalan yang
salah. Tidak menutup aurat, pacaran, bergaul sana-sini tanpa melihat sikon,
jarang mengaji, dan masih susah untuk melengkapi shalat fardu 5 waktu dan masih
banyak kesalahan-kesalahan yang mungkin aku tidak ingat, tetapi Allah dan
malaikat-malaikatNya tentu tidak akan lupa. Astaghfirullahaladzim.. :’( tapi
disatu sisi aku pun bersyukur, walaupun begitu Allah telah memberikan
hidayahNya kepadaku dan menunjukkan jalan yang cerah untukku. Mungkin memang
terlambat, tapi lebih menyedihkan lagi saat aku menemui ajalku, aku belum taat
kepadaNya dengan menutup auratku. Naudzubillahimindzalik..
Sebenarnya niat untuk berjilbab syar’I sudah ada sejak kelas 3 smp, tapi ya itu aku belum
dibukakan hati dan pikiranku oleh Allah. Atau mungkin Allah sudah
membukakannya, tapi akunya saja yang masih bandel dan ‘ndableg’ tidak mau
segera melaksanakan. “Baju-bajuku masih sedikit, begitupun roknya, begitupun
jilbabnya. Jadi belum siap untuk berjilbab panjang” itu alas an yang selalu aku
kemukakan saat aku ditanya mengapa belum menutup aurat. Hmm.. Mungkin bukan
hanya aku saja yang menggunakan alasan itu, tapi diluar sanapun ada wanita-wanita
yang sependapat. Subhanallah.. Ternyata Allah itu memang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang kepada umatNya, selama aku memutuskan untuk berjilbab panjang ada
saja rejeki yang datang kepadaku yang tidak aku duga sebelumnya. Ya lantas
uang-uang itu aku belikan untuk keperluanku berjilbab. Aku memulai berjilbab
panjang bukan karena persediaan baju dan segala macamnya sudah mencukupi dan
lumayan banyak, tapi karena aku tidak mau dihantui rasa berdosa setiap hari
karena kau belum taat juga kepada Pencipta ku. Tapi nyatanya Allah selalu
memberikan jalan dan petunjuk, dan saat ini itu bukan masalah lagi untukku.
Alhamdulillahirabbilalamin.. :”)
Berjilbab itu bukan
halangan untuk beraktivitas dan berkarya!
Ya, kalimat di atas sangat benar sekali menurutku. Aku memang
merubah penampilan luar ku, tapi tidak untuk kepribadianku. Mungkin aku hanya
mengurangi bahkan menghindari sifat-sifat burukku begitupun kebiasaanku yang
kurang baik. Aku seseorang yang aktif. Aku seorang pemain teater, organisator
dan di sekolahpun kegiatanku cukup padat baik yang terencana ataupun yang
sifatnya mendadak. Berjilbab itu bukan untuk menghalangi. Tapi untuk
mengingatkan kita dan menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak
baik. Kalau memang suatu kegiatan atau pekerjaan itu tidak mewajibkan kita
berjilbab, lebih baik TINGGALKAN! Masih banyak kegiatan-kegiatan yang lain yang
bisa dikerjakan dan insya Allah mendapatkan barokah dari Allah SWT. Tapi
Alhamdulillah sejauh ini semua urusan dan kegiatanku masih bisa aku kendalikan
dengan baik. Pemain teater itu memang harus siap untuk menjadi peran atau tokoh
apapun. Dan insya Alloh aku akan istiqomah untuk meminta peran yang bisa
berjilbab pada saat pentas. Jika memang tidak bisa dan tidak ada, lebih baik
aku tidak ikut dalam pementasan itu. Sekali lagi ini bukan HALANGAN, tapi ini
PILIHAN ku! :”)
Ya begitulah kira-kira cerita yang sedang ku alami setelah
aku berubah, hanya sepotong saja ya. Hehe.. Nanti lain waktu aku akan cerita
lagi tentang yang satu ini.
Oh ya aku ingin mengingatkan. Bagi kalian wanita muslim yang mungkin menyempatkan waktu untuk membaca tulisanku ini, AYOOO lekas menutup aurat kalian guys! Ingat, dunia ini hanya sementara. Jangankan kalian terlena dengan sesuatu yang sifatnya sementara, tapi kalian lupa dengan sesuatu yang kekal di alam sana, yaitu AKHIRAT! JIKA KALIAN HANYA MENGEJAR URUSAN DUNIA KALIAN, KALIAN TIDAK AKAN MERAIH AKHIRAT. TAPI JIKA KALIAN MENGEJAR URUSAN AKHIRAT, INSYA ALLAH DUNIAPUN AKAN KALIAN RAIH. Balance ya guysss! :’)))) Ayo saama-samaa kita belajar untuk menjadi wanita muslim yang baik, yang tentunya taat dengan semua perintah Allah dan Rasul kita :”))
“ Wanita itu ibarat piring kaca, dan pria itu piring
plastic. Sekali JATUH piring kaca itu tidak bisa utuh kembali dan hanya akan
menjadi PUING-PUING KACA YANG TIDAK BERGUNA DAN AKHIRNYA DIBUANG. Tapi jika
piring plastic jatuh, dia akan tetap UTUH! Renungkan ya Ukhti :’)”
Salam ukhuwah islamiyah..
Wassalamualaikum Wr. Wb..
Tangerang, 11 Mei 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)








